Home > Sekilas Perkembangan Pembentukan Dewan Asuransi Indonesia

Sekilas Perkembangan Pembentukan Dewan Asuransi Indonesia

Dewan Asuransi Indonesia ( Insurance Council of Indonesia) didirikan pada 1 February 1957 pada saat itu anggotanya adalah perusahaan-perusahaan asuransi.

 

Dalam Kongres DAI di tahun 2002, mengesahkan berdirinya Asosiasi AAJI, AAUI dan AAJSI serta mengesahkan anggaran dasar DAI menjadi DAI federasi yang anggotanya semula perusahaan menjadi asosiasi.

 

Dalam perkembangan selanjutnya dalam Rapat anggota DAI di tahun 2005 menyetujui dan mengesahkan perubahan nama DAI menjadi Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI) serta penyempurnaan anggaran dasar DAI menjadi anggaran dasar FAPI dengan menambah anggota baru yaitu ABAI, AAAI dan ISEA.

 

Koreksi Direktur Perdata, Departemen Hukum & HAM atas Anggaran dasar FAPI yang tertuang dalam suratnya tertanggal 10 Maret 2007 yang menyatakan tidak boleh menggunakan kata Federasi sebagai nama perkumpulan dan tidak boleh menggunakan kata ex-officio dalam Anggaran Dasar.

 

Selanjutnya ada gagasan dalam rapat pengurus FAPI tertanggal 11 November 2009 agar masa jabatan ketua yang semula dijabat secara bergiliran oleh Ketua Asosiasi anggota biasa untuk 1 tahun lamanya diusulkan dirubah menjadi 3 tahun dan diangkat melalui pemilihan dalam rapat anggota.

 

DAI (lama) sebagai perkumpulan yang Anggaran Dasar dan perubahannya sudah sejak lama memperoleh pengesahan Departemen Kehakiman dan telah menjadi Badan Hukum masih tetap berlaku dan belum dibatalkan, oleh karena itu Notaris yang ditunjuk FAPI menyempurnakan Anggaran Dasar menyarankan menggunakan kembali nama DAI sebagai pengganti nama FAPI hal mana sesuai dengan anjuran dari Departemen Hukum dan HAM.

 

Berhubung dengan hal-hal tersebut di atas, maka pengurus FAPI dalam rapat tertanggal 29 January 2010 menyetujui kembali memakai/menggunakan nama DAI sebagai nama perkumpulan sekaligus melakukan penyempurnaan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga untuk mengakomodasi perkembangan.

 

Rapat Anggota DAI tanggal 30 Juni 2010 telah mengesahkan Konsep Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga FAPI menjadi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga DAI (baru) termasuk penggunaan atribut/logo DAI yang pernah digunakan tahun sebelumnya.

 

 

Tugas DAI sebagaimana ditetapkan dalam pasal 7 Anggaran Dasar adalah :

  • Menyelenggarakan pendidikan yang berkesinambungan dalam rangka pembentukan Sumber Daya Manusia Perasuransian yang berkualitas.
  • Menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan yang bermanfaat bagi anggota dan usaha perasuransian
  • Mengelola publikasi dibidang perasuransian dalam rangka peningkatan mutu Sumber Daya manusia Perasuransian dan meningkatkan kesadaran berasuransi masyarakat
  • Melakukan koordinasi lintas asosiasi dan,
  • Tugas-tugas lain yang dipandang penting dan perlu oleh pengurus berdasarkan perkembangan usaha perasuransian.

DAI beranggotakan :

 

Anggota Biasa :

  1. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
  2. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)
  3. Asosiasi Asuransi dan Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI)
  4. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI)
  5. Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi & Reasuransi Indonesia (APPARINDO) dahulu Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia (ABAI)
  6. Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI)

 

Catatan : Anggota Biasa adalah Asosiasi/Perkumpulan yang anggotanya bergerak/berusaha dibidang usaha perasuransian.

 

Anggota Luar Biasa :

 

  1. Indonesia Insurance Senior Executive Association (ISEA)
  2. Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI)
  3. Perhimpunan Ahli Manajemen Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia (PAMJAKI)
  4. Asosiasi Ahli Pialang Asuransi Dan Reasuransi Indonesia (APARI)

 

Catatan : Anggota Luar Biasa adalah Asosiasi/Perkumpulan yang bergerak/berusaha diluar usaha perasuransian tetapi mempunyai kaitan yang erat dengan usaha perasuransian.