DEWAN ASURANSI INDONESIA PERINGATI ULANG TAHUN KE-69. DENGAN KOMITMEN MEMPERKUAT TATA KELOLA DAN ENGAGEMENT INDUSTRI YANG RELEVAN BAGI MASYARAKAT

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

SIARAN PERS

DEWAN ASURANSI INDONESIA PERINGATI ULANG TAHUN KE-69

DENGAN KOMITMEN MEMPERKUAT TATA KELOLA DAN ENGAGEMENT INDUSTRI YANG RELEVAN BAGI MASYARAKAT

Jakarta, 1 Februari 2026 – Dewan Asuransi Indonesia (DAI) memperingati hari jadinya yang ke-69 dengan mengusung tema “Memperkuat Tata Kelola, Meneguhkan Ketahanan Industri.” Tema ini menegaskan komitmen DAI dalam mempersiapkan industri perasuransian nasional menghadapi fase penguatan regulasi sekaligus mendorong keterlibatan industri yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Memasuki usia ke-69 sejak didirikan pada tahun 1957, DAI terus menjalankan peran strategis sebagai wadah koordinasi asosiasi industri perasuransian serta mitra regulator dalam membangun industri asuransi yang sehat, berdaya tahan, dan berorientasi pada perlindungan jangka panjang bagi masyarakat.

Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi industri perasuransian nasional seiring implementasi berbagai kebijakan strategis dalam Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Industri Perasuransian OJK 2023–2027, termasuk peningkatan persyaratan permodalan, penguatan manajemen risiko berbasis risiko, serta penerapan standar akuntansi keuangan internasional (IFRS). Dalam konteks ini, penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance) menjadi fondasi utama bagi ketahanan dan keberlanjutan industri.

Namun demikian, DAI memandang bahwa ketahanan industri tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan regulasi dan tata kelola yang kuat, tetapi juga oleh kedalaman engagement industri dengan masyarakat. Peningkatan literasi dan inklusi asuransi tidak dapat dicapai semata melalui sosialisasi dan edukasi berbasis pengetahuan, melainkan melalui keterlibatan nyata industri dalam menjawab kebutuhan perlindungan masyarakat Indonesia.

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Yulius Bhayangkara, menegaskan bahwa pendekatan literasi dan inklusi ke depan harus berangkat dari relevansi dan kebutuhan riil masyarakat.

“Literasi dan inklusi tidak cukup dibangun hanya melalui penyampaian pengetahuan. Industri asuransi perlu hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui program dan solusi perlindungan yang relevan dengan aktivitas ekonomi, sosial, dan kehidupan sehari-hari. Engagement yang kuat dan tepat sasaran akan mendorong meningkatnya kepercayaan, dan dari situlah literasi serta inklusi akan tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, sepanjang tahun 2026 industri perasuransian didorong untuk mempersiapkan dan mengembangkan berbagai program perlindungan yang mendukung beragam sektor industri, kegiatan usaha, serta aktivitas masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran asuransi sebagai instrumen mitigasi risiko yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

DAI menegaskan bahwa engagement yang relevan dan berbasis kebutuhan masyarakat merupakan kunci untuk membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan. Kepercayaan tersebut pada akhirnya akan menjadi pendorong utama peningkatan literasi dan inklusi asuransi nasional, sejalan dengan tujuan regulator dalam memperluas perlindungan konsumen dan memperkuat stabilitas sistem keuangan.
Melalui peringatan HUT ke-69 ini, DAI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penguatan tata kelola industri, mendorong engagement yang lebih bermakna dengan masyarakat, serta memastikan industri perasuransian Indonesia tumbuh semakin tangguh, relevan, dan berkelanjutan.
Tentang Dewan Asuransi Indonesia (DAI)
Dewan Asuransi Indonesia (DAI) merupakan organisasi yang menaungi berbagai asosiasi perasuransian di Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 1957, DAI berperan strategis dalam mendorong penguatan industri perasuransian melalui advokasi kebijakan, pengembangan standar industri, edukasi publik, serta peningkatan profesionalisme pelaku industri.

More to explore